Minggu, 24 Oktober 2010

Prospek Industri Semen Masih Cerah

Perusahaan yang bergerak di sektor semen masih memiliki prospek bisnis yang cerah. Permintaan semen domestik akan terus tumbuh seiring membaiknya pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di luar Jawa.

Dalam tujuh bulan pertama 2010, tercatat permintaan semen domestik meningkat 10,7 persen menjadi 23,3 juta ton. Permintaan semen di Jawa naik 9,8 persen menjadi 12,5 juta ton.


Sementara itu, permintaan semen dari luar Jawa meningkat 11,7 persen menjadi 10,8 juta ton. Namun, analis Danareksa Sekuritas Chandra Pasaribu mengatakan permintaan semen di semester kedua ini akan cenderung mendatar akibat faktor cuaca yang buruk.

Sehingga, pertumbuhan permintaan domestik diperkirakan akan tetap sebesar 8 persen dan permintaan akan kembali pulih setelah cuaca membaik. “Outlook semen akan menjanjikan karena Indonesia merupakan salah satu negara yang konsumsi semen per kapitanya rendah.

Pada semester pertama 2010, konsumsi semen Indonesia per kapita hanya sekitar 171 kg,” jelasnya dalam laporan risetnya di Jakarta, barubaru ini. Penjualan semen di luar Jawa masih akan menopang kinerja produsen semen.

Hal ini mengingat meningkatnya tingkat kesejahteraan masyarat di luar Jawa yang dipicu oleh naiknya harga komoditas.

Ekspansif Agresif

Inilah sebabnya sejumlah perusahaan semen seperti Holcim Indonesia Tbk mulai agresif melakuan penetrasi penjualan di luar Jawa.

Perseroan menaikkan pangsa pasarnya di Sumatra dan Kalimantan. Demikian pula Indocement Tunggal Prakarsa juga akan memperbesar pangsa pasarnya di Kalimantan dan Sulawesi.

Setelah mulai membukukan arus kas positif, Indocement meningkatkan alokasi capex sekitar 50 juta dollar AS untuk menambah kapasitas produksi semen. Per Juni, belanja modal perseroan sudah terealisasi sebesar 60 juta dollar AS.

Semen Gresik Tbk juga berencana meningkatkan kapasitas baru sebesar 5 juta ton hingga 2013.

Direktur Utama Semen Gresik Tbk, Dwi Soetjipto mengatakan perseroan berupaya mengejar produksi hingga 40 juta ton hingga 2020. Hal ini dilakukan dengan mengakuisisi perusahaan semen dalam negeri.

“Rencana akuisisi saaat ini tengah dimatangkan perseroan,” ujarnya di Jakarta, pekan ini (18/8).

Sumber :
http://www.koran-jakarta.com/berita-detail.php?id=60453
21 Agustus 2010

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar