Minggu, 24 Oktober 2010

Ciptakan Industri Karet Ramah Lingkungan

Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Utara bekerjasama dengan Japan External Trade Organization (Jetra) menargetkan terciptanya industri karet yang lebih ramah lingkungan.

Kerjasama ini dilakukan melalui pemberian pelatihan bagi pelaku bisnis karet di Sumatera Utara. "Melalui pemberlakuan pengolahan atas limbah lumpur aktif sisa olahan industri karet menjadi sesuatu yang lebih bernilai ekonomis," ujar Ketua Gapkindo Sumatera Utara, Fauzi Hasballah, Rabu, 21 Oktober 2008.


Selama ini, menurut dia, untuk pembuatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), pengusaha harus melakukan investasi hingga Rp 1,5 milyar tanpa memberikan manfaat apapun.

Melalui program kerjasama ini, diharapkan nantinya endapan lumpur aktif yang ditampung dalam bak penampung Ipal dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat, seperti halnya pupuk organik berupa kompos.

Selain dapat dipasarkan bagi kepentingan petani, pupuk ini juga dapat bermanfaat bagi 16 pengusaha industri pengolahan karet yang memiliki pabrik di Sumatera Utara.

"Investasi yang harus dikeluarkan pengusaha, hanya sebatas pembuatan lokasi penjemuran lumpur, lokasi pencampuran endapan lumpur dengan unsur hara tambahan dan tempat pengemasan," jelasnya.

Selain diharapkan dapat memberi manfaat keuntungan bagi pemilik pabrik olahan karet, upaya penciptaan industri karet yang lebih ramah lingkungan dilakukan sebagai upaya memenuhi standart ISO 14002.

Untuk pemenuhan standar ini pula, Jepang sebagai salah satu negara importir bahan olahan karet (Bokar), telah melakukan pelatihan bagi pelaku usaha karet Sumut selama beberapa tahap.

Gapkindo juga mengharapkan adanya dukungan dan peran serta instansi terkait, seperti Departemen Perindustrian dan Perdagangan, perbankan maupun Departemen Pertanian RI untuk terlibat dalam upaya pemasaran produk-produk ramah lingkungan ini.

Bahkan rencananya, bila memungkinkan, produk limbah olahan ini dapat dikelola oleh Usaha Mikro Kecil (UMK) di Sumatera Utara.

Laporan: Jalaluddin Ibrahim/Medan.

Sumber :
http://bisnis.vivanews.com/news/read/4486-ciptakan_industri_karet_ramah_lingkungan
22 Oktober 2008

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar