Minggu, 24 Oktober 2010

Musim Semi Industri Semen

MUSIM semi tengah dialami sektor industri semen. Seiring dengan pertumbuhan pembangunan infrastruktur dan properti yang tinggi dalam dua tahun ke depan (2010-2011), kebutuhan semen diperkirakan juga akan tumbuh tidak kalah cepat. Dalam laporan risetnya awaltahun ini. Bhakti Securities memaparkan, pada 2010-2011, pertumbuhan permintaan semen akan stabil di angka 9%. Dalam hitungan analis dari Mandiri Securities Alif Sasetyo, pertumbuhan akan berkisar 7%-10%. Itu artinya pada 2012, kebutuhan semen diproyeksikan akan mencapai 49 juta ton per tahun.


Dengan tingginya kebutuhan perumahan sebagai konsekuensi dari pertumbuhan populasi penduduk Indonesia sebanyak 4 juta penduduk per tahun, sektor properti masih akan menjadi penyerap terbesar dari pasokan semen yang ada dengan konsumsi mendekati 80%. Sementara itu, sisanya sekitar 20% akan diserap pembangunan infrastruktur. Persoalannya, pertumbuhan permintaan semen 9% per tahun tersebut akan membuat utilisasi pabrik semen menca-pai 100% pada 2011.

Dengan kata lain, ujar Alif Sasetyo, kapasitas terpasang dari pabrik-pabrik semen mulai terbatas. "Dengan demikian, industri semen pun mau tidak mau harus meningkatkan kapasitas produksi bila mereka tidak ingin melepas peluang dari besarnya kebutuhan tadi," ujarnya, kemarin. Jika tidak, mereka bukan saja telah melepas kesempatan emas itu, melainkan lebih daripada itu akan menyebabkan kelangkaan semen pada 2012.

Tiga pemain utama industri semen di Tanah Air yang menguasai pangsa pasar nasional hingga 89,9%, yaitu PT Semen Gresik Tbk, PT Indocement Tunggal Perkasa, dan PT Hol-cim Indonesia telah mengisyaratkan bahwa kelangkaan itu tidak akan terjadi. Ketiganya menyatakan, untuk jangka pendek, dan menengah akan fokus pada penambahan ka-pasitas produksi dengan meningkatkan kapasitas terpasang pabrik-pabrik mereka.

Indocement dan Holcim sedang dalam tahap pembangunan pabrik baru dengan kapasitas masing-masing sebesar 1,2 juta ton dan 1,5 juta ton per tahun. Adapun Semen Gresik akan membangun dua pabrik baru dengan kapasitas total 4,5 juta ton hingga 2012.

Pada acara Investor Day di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin, Direktur Utama Semen Gresik Dwi Sutjipto menyatakan kapasitas maksimal dari peralatan pabrik mereka sudah akan tercapai pada akhir 2010 dengan produksi mencapai 19,5 juta ton. Oleh karena itu, perseroan akan menggenjot pembangunan pabrik baru untuk bisa meningkatkan produksi hingga mencapai target 20,5 juta pada 2011 dan 24 juta ton pada 2012.

"Pabrik baru di Sulawesi dan Jawa akan menambah kapasitas produksi perseroan menjadi 24 juta ton," ujar Dwi. Meskipun rencana itu akan membutuhkan belanja modal (capital expenditure yang tinggi, Dwi mengaku tidak khawatir. Menurutnya, belanja modal untuk 2011 mencapai Rp4 triliun-Rp5 triliun. "Kita akan pakai internal cash dan juga fasilitas pinjaman bank yang telah kita dapatkan sebesar Rp2 triliun-Rp3 triliun."

Dari sisi penjualan, meski pada semester I tahun ini cenderung flat, hasil tersebut diperkirakan akan semakin membaik di semester II. "Dari sisi volume penjualan kami yakin akan ada peningkatan. Sales volume sesuai dengan hasil produksi. Kami optimistis target 19-19,5 juta ton dapat dicapai," kata Dwi. (7E-3)timothy@mediaindonesia.com

Sumber :
Andreas Timothy, Media Indonesia, dalam :
http://bataviase.co.id/node/328850
6 Agustus 2010

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar