Minggu, 24 Oktober 2010

Perspektif Ekonomi Bisnis Industri Karet

Pengembangan tanaman karet dan pengolahannya di masa mendatang tetap menjadi salah satu prioritas pengembangan di sub sektor perkebunan. Hal ini disebabkan, tanaman karet memiliki beberapa keunggulan dibandingkan pengembangan tanaman perkebunan lainnya. Keuntungan tersebut antara lain sebagai berikut.

Persyaratan tumbuh yang lebih mudah dibandingkan tanaman lainnya.
Merupakan usaha yang dinominasi oleh perkebunan rakyat/petani.
Mendukung pemerataan dan pemberdayaan ekonomi rakyat.
Penyebaran dalam skala yang luas.
Merupakan sumber pendapatan yang memadai secara berkesinambungan bagi petani.
Mampu memperbaiki kondisi hidrologis pada lahan kritis dan memperbaiki serta melestarikan lingkungan hidup.


Dengan bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya taraf hidup diperkirakan masa depan karet alam tetap akan membaik. Kebutuhan akan produk-produk yang menggunakan bahan karet alam sebagai bahan baku juga akan bertambah. Di pihak produsen, persaingan antara negara produsen juga akan berlangsung ketat. Pemanfaatan perkembangan teknologi bidang industri yang mampu meningkatkan efisiensi melalui penghematan energi dan bahan baku merupakan faktor yang menentukan keberhasilan dalam persaingan.

Persaingan pasar global tidak terbatas pada produk yang dihasilkan, tetapi terkait dengan aspek proses, sumberdaya manusia dan lingkungan. Aspek lingkungan mendapatkan porsi yang lebih besar. Hal ini tercermin pada semakin kuatnya tuntutan terhadap gerakan cinta lingkungan dan produk-produk yang ramah lingkungan.

Dengan meningkatnya kesadaran terhadap konservasi lingkungan, maka berbagai kebijakan yang akan diberlakukan selalu mempertimbangkan faktor pelestarian lingkungan. Hal ini yang melatarbelakangi pabrik ban terkemuka dunia mulai memperkenalkan jenis ban yang berasal dari bahan baku karet yang dihasilkan dari kebun-kebun dengan pengelolaan lingkungan yang baik (“green tires”). Diharapkan dengan penggunaan ban jenis tersebut permintaan terhadap karet alam akan meningkat, karena kandungan karet alam yang semula 30-40% akan ditingkatkan menjadi 60-80% untuk industri ban.

Sumber :
http://binaukm.com/2010/06/perspektif-ekonomi-bisnis-industri-karet/
11 Juni 2010

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar